Soa Payung sang Kadal Berjumbai

Reptil

User Rating: / 2
PoorBest 
Soa Payung sang Kadal Berjumbai - 4.5 out of 5 based on 2 votes

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Soa Payung sang Kadal Berjumbai

the frilled-neck lizard


The frilled-neck lizard (Chlamydosaurus kingii), atau dikenal juga sebagai kadal berjumbai atau naga berjumbai, merupakan jenis kadal yang ditemukan didaerah Australia utara dan New Guinea Selatan. Spesies Soa Payung merupakan satu-satunya anggota dari genus Chlamydosaurus. Namanya berasal dari frill besar yang ada di lehernya, yang biasanya tetap melipat terhadap tubuh kadal.

Soa Payung sebagian besar arboreal, menghabiskan sebagian besar waktu mereka di pohon-pohon. Makanan kadal leher berjumbai ini sebagian besar terdiri dari serangga dan vertebrata kecil. Soa Payung termasuk kadal relatif besar, rata-rata 85 cm. Karena itu banyak juga dipelihara sebagai hewan kesayangan eksotis.

Makanan Soa Payung

chlamydosaurus kingii

Berpose samar di gundukan rayap di Northern Territory

Seperti umumnya kadal, kadal leher berjumbai termasuk karnivora, mereka memakan jangkrik, kumbang, rayap, dan tikus. Mereka juga memangsa kupu-kupu dan ngengat, larva dll. Meskipun serangga merupakan sumber utama makanan mereka, mereka juga mengkonsumsi laba-laba dan kadal sesekali lainnya.

Seperti kebanyakan anggota agamids (naga), Soa Payung sang Kadal Berjumbai memakai metode penyergapan berburu, berbaring menunggu mangsanya. Ketika mereka makan, mereka makan dalam kelimpahan. Periode pesta ini biasanya terjadi selama musim hujan, saat mereka menelan ratusan hingga ribuan semut alate (terbang) atau rayap.

Termoregulasi

The frilled-neck lizard termasuk ectothermic dan mempertahankan suhu tubuhnya dengan berjemur selama 30 menit. Untuk mencapai rata-rata 2-3 ° C di atas suhu sekitarnya. Kondisi cuaca, seperti sinar matahari, adalah faktor utama yang mengatur suhu kadal '.

Distribusi dan habitat

soa payung sang kadal berjumbai

Kadal leher berjumbai ditemukan terutama di daerah Australia utara dan New Guinea selatan. Soa Payung pada kesempatan langka juga ditemukan di wilayah gurun Australia. Soa Payung mendiami iklim lembab seperti yang di hutan sabana tropis. Kadal berjumbai ini termasuk kadal arboreal, yang berarti menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon-pohon.

Soa payung atau dalam bahasa ilmiah disebut Chlamydosaurus kingi. Ada juga yang menyebutnya dengan Soa Layar. Nama-nama nya diambil dari ciri uniknya, yaitu gelambir kulit yang menjumbai  berada di lehernya. Gelambir ini menyerupai payung ataupun layar jika dikembangkan. Umumnya  gelambir kulit itu akan mengembang jika si kadal ini merasa terganggu, terancam oleh predator maupun untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Di mancanegara, reptil unik ini tenar dengan nama Frilled lizard atau Frilled dragon yang berarti kadal berjumbai.

Sekilas, bentuk tubuh soa payung memang mirip kadal. Warna tubuh pada bagian atas coklat kekuningan dan pada bagian bawah berwarna cerah. Jumbai atau payung adalah kulit tipis berbintik-bintik. Kulit tipis ini didukung oleh duri panjang tulang rawan yang terhubung ke tulang rahang.

Jumbai dapat mengembang selebar 10 cm. Warna jumbai juga bervariasi, ada yang kuning, merah, putih ataupun bertutul hitam. Ukuran jumbai sang jantan lebih besar dari pada betina.

soa payung

Keunikan lain Soa Payung adalah ekornya yang sangat panjang, bahkan dapat mencapai 55 cm. Lebih panjang dari ukuran tubuhnya yang hanya 26 cm. Ekor ini juga dipakai sebagai alat bela diri, dengan cara dikibaskan kearah lawannya.

Di Indonesia, Soa payung banyak tersebar di daerah tropis. Reptil ini juga ditemui di hutan Papua, dan juga di hutan tropis Australia sampai Papua Nugini.

Sayangnya, reptil ini kini sudah terancam kelestariannya. Keindahan payungnya ketika mekar membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya. Sehingga ia sering kali diburu dan dijual sebagai binatang peliharaan. Nah, memelihara terbaik Soa Payung adalah di alam bebas.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel