Langkah Awal Pertolongan Pertama Pada Hewan

Penyakit Pada Hewan

User Rating: / 1
PoorBest 
Langkah Awal Pertolongan Pertama Pada Hewan - 5.0 out of 5 based on 1 vote

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Langkah Awal Pertolongan Pertama Pada Hewan

Langkah Awal Pertolongan Pertama Pada Hewan

Pertolongan pertama adalah pemberian perawatan awal pada kucing atau manusia yang luka sebelum petugas medis datang atau sebelum anda membawanya kedokter. Tujuan pertolongan pertama ini untuk mencegah kerusakan organ tubuh yang lebih parah, membantu korban tetap hidup, dan meminimalkan luka dan mencegah kematian. Mereka yang sudah lebih dulu latihan dalam keadaan darurat terhadap kucingnya mampu membuat kucing tertolong hingga tiba di dokter hewan.


Kita tidak tahu kapan kucing kita akan terluka atau dilukai, diharapkan bisa membantu anda semua dalam penangganan pertama hewan terluka. Berikut adalah Langkah Awal Pertolongan Pertama Pada Hewan yang harus kita lakukan:

1. Perhatikan keadaan hewan

Sebelum mendekati kucing yang terluka, anda lihat keadaan sekitar apakah keadaan cukup membahayakan untuk anda mendekat dan menyelamatkan kucing. Misalnya kebocoran gas yang memungkinkan ledakan, ada anjing rabies didekatnya, ada aliran listrik aktif yang mengalir, dan sebagainya.

Selanjutnya adalah kemungkinan penyelamatan nyawa kucing. Perhatikan keadaan tubuh kucing.

 

  1. Apakah jalan pernafasan kucing terbuka (tidak tertutup kotoran, darah atau benda lainnya)?
  2. Apakah leher kucing stabil?
  3. Apakah kucing bernafas?
  4. Apakah kucing mengalami pendarahan?
  5. Apakah ada denyut nadi?


Ada dua cara untuk menyelamatkan kucing. Anda langsung membawanya ke dokter hewan atau melakukan pertolongan pertama untuk mendukung kucing tetap bernafas dan mencegah luka semakin parah. Karena banyak kasus kucing sudah tidak bernafas lagi saat tiba di tangan dokter hewan, disinilah pentingnya pertolongan pertama pada kucing (P3K).

2. Tenangkan hati serta ambil nafas dalam-dalam.

Pecinta kucing khususnya yang wanita, pada umumnya akan histeris dan bertindak gegabah jika menghadapi hewan tercintanya menderita. Ini wajar. Kucing yang dekat dengan sahabatnya yaitu anda, akan merasakan kepanikan yang anda keluarkan. Ketika rumah saya mengalami kebakaran kecil, kucing saya yang melihat keluarga berlarian ikut mengeong dan mengikuti kemanapun kami pergi.Bersikaplah tegar. Karena kepanikan tidak akan menghasil kan apapun kecuali keadaan yang malah semakin kacau.

3. Melakukan pemindahan kucing ketempat yang aman dari yang membuatnya menderita.

Bila cidera berat, pemindahan dilakukan dengan menaruh kucing di atas kain lembut, lalu mengangkatnya seperti ayunan bayi. Minta bantuan orang lain untuk memegang bagian ujung satunya lagi. Pastikan jepit rambut ada dalam kotak P3K anda, gunanya untuk menenangkan kucing yang berubah beringas karena kesakitan, anda bisa menjepitkan jepit rambut tersebut di belakang lehernya (tengkuk). Namun jepit rambut ini harap diwaspadai pemakaiannya, kucing yang mengalami keadaan leher yang tidak stabil bisa membuatnya semakin parah. Dan jepit rambut yang terlalu kuat justru akan membuat kucing mengerang.

Bila cidera ringan, cukup peluk dengan handuk tebal. Sayangi dan ajak bicara sebentar-bentar selama pemindahan ke tempat aman, jangan selalu ngajak bicara. Kucing semakin stress karena anda bawel. Pelukan anda harus pelukan dimana tangan kanan atau kiri anda bisa mencengkeram tengkuk kucing.

Kucing yang mengalami syok akibat luka dan sebagainya, bisa bersikap lupa. Rasa sakit dan perih yang mereka alami bisa membuat mereka takut. Anda yang sedang mencoba menolongnya bisa kena cakar dan gigitan karena kucing mengira anda sedang mencoba membunuhnya. Lakukan pendekatan dengan kata-kata pelan dan belaian sebagaimana sebelumnya anda berdua saling lakukan. Dan tetaplah waspada, walau anda berdua bersahabat, kucing tetaplah hewan yang akan menyerang bila instingnya bilang begitu.

4. Lakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan ini bukan pemeriksaan luka ditubuh, melainkan pemeriksaan keadaan shock atau tanda kehidupan. Ini adalah tindakan pertama sebelum memeriksa luka di tubuh. Anda harus cepat dan sigap, keterlambatan dalam penangganan kucing yang syok bisa membuatnya terlambat untuk dilakukannya pertolongan pertama oleh dokter hewan. Tubuh yang dingin, kucing sulit bernafas, kucing tertelan benda berbahaya, pendarahan organ dalam atau terganggunya peredarah darah akibat benturan benda keras bisa membuat kucing tidak tertolong lagi. Bila ini terjadi, lakukan langkah nomor 7.

Apabila kucing dalam keadaan pingsan atau tidak sadarkan diri, jangan berikan obat oral atau minuman apapun padanya. Baringkan dengan bagian kepala lebih rendah dari badannya, agar darah bisa mengalir ke otak lebih banyak.

Bersihkan apapun yang mengganggu pernafasan di hidung dan mulutnya. Jangan sampai tergigit.Kasus seperti keracunan, apabila kucing masih sadarkan diri berikan susu cair fullcream sebanyak-banyaknya. Apabila kucing pingsan, jangan berikan apapun dan segera larikan ke dokter hewan. Terus pantau denyut nadi dan jantung kucing dalam perjalanan menuju klinik hewan, bila kucing tidak bernafas lagi lakukan langkah nomor 7, Cepat!

Kasus luka bakar tingkat pertama dan kedua tanpa gejala melepuh, bisa dilakukan pertolongan pertama dengan cara membiarkan kulit terkena aliran air dingin, memberikan obat luka bakar, dan perban longgar. Untuk luka bakar tingkat 2 dengan luka lepuh dan luka bakar tingkat 3, pertolongan pertama adalah dengan memberikan obat luka bakar kering dan perban. Luka melepuh atau melendung jangan dipecahkan, jangan berikan krim berminyak atau ointment apapun pada luka bakar. Jika luka bakar karena bahan kimia, cuci luka tersebut dengan air dingin, dan hubungi dokter hewan.

Kasus gigitan dan sengatan yang menyebabkan infeksi, harus dibersihkan lebih dulu dan dicuci. Kemungkinan rabies bisa terjadi bila kucing digigit oleh hewan penderita rabies. Kucing yang terkena gigitan ular, kalajengking, dan laba-laba harus segera dibawa ke dokter. Tetap usahakan jantung berada lebih tinggi dari luka gigitan selama perjalanan menuju ke klinik hewan. Jangan mencoba untuk mengompres luka gigitan yang beracun, melakukan penyedotan, apalagi sampai mengikatnya dengan tourniquet, alasannya bisa anda lihat pada bab sebab kecelakaan.

Jika kucing melemah karena kepanasan atau kedinginan, lakukan upaya P3K dengan menaruhnya di tempat yang sebaliknya. Kasus kepanasan sering terjadi pada kucing muda, kucing tua, dan kucing kegemukan. Kepanasan bisa membahayakan nyawa kucing, segera bawa ke klinik hewan.

5. Memeriksa keadaan pendarahan.

Ada darah yang keluar atau terlihat di bulu kucing. Cari tahu dan utamakan lebih dulu daripada pemeriksaan luka tubuh lainnya. Darah yang keluar ini bisa menyebabkan kekurangan darah. Kucing yang mengalami luka sampai berdarah baik ringan atau berat harus dihentikan pendarahannya. Kehilangan banyak darah berarti kehilangan air, protein & mineral, dan CO2. Karena kurangnya oksigen yang berada didalam darah, kucing perlahan akan kesulitan bernafas dan menyebabkan kematian.

Ada banyak cara untuk menghentikan pendarahan pada kucing. Pastikan di kotak p3K rumah anda tersedia kain kasa, obat antiseptik, plester, dan tourniquet (tali untuk mengikat anggota badan agar darah tidak keluar lebih banyak), dan Elizabeth Collar.

Cara pembalutan hampir sama seperti anda membalut luka. Tetapi karena kucing tidak biasa dan bahkan nggak ngerti kalau sedang diobati, kita bisa memperkuatnya dengan plester steril yang bisa dibeli diapotik dengan berbagai jenis dan ukuran.

Kasa yang ingin dipakai, basahi lebih dulu dengan air campuran cairan antiseptik merk apapun. Bila luka berada di kepala, lipat telinga lalu ikut dibalutkan 3-4 kali dengan kasa tersebut. Pembalut ini haruslah yang elastis. Gunakan peniti yang aman yang khusus di buat untuk medis.

Karena kaki adalah tempatnya pembuluh darah besar dan saraf banyak berkumpul, pendarahan yang terjadi pada kaki harus dibersihkan dulu dari benda-benda yang menempel atau menancap di kaki. Karena sangat berbahaya, dan bila anda takut untuk melakukannya, gunakan tourniquet.

Tourniquet dipasang dengan cara mengikatkan tali pengikat tersebut dibagian pendarahan dengan menggunakan simpul setengah kencang, jangan simpul mati. Pengikatan ini tidak boleh di pakai terlalu lama karena bisa menghentikan peredaran darah. Kendorkan setiap 15 menit, selain untuk melihat apakah darah sudah berhenti anda juga bisa melancarkan kembali peredaran darah yang dibendung tadi. Tourniquet tidak boleh dipakai pada kucing yang mengalami gigitan ular, kalajengking, laba-laba, dan hewan beracun lainnya.

Selanjutnya adalah cara membalut menggunakan kain kasa di kaki dan tangan kucing. Cukup riskan apalagi jika kucing meraung kesakitan dan berontak minta ampun kuatnya.

Membalut dengan cara melingkar. Tutup luka yang sudah dibersihkan sebelumnya dengan kasa steril, untuk lebih aman balut kembali luka tersebut dengan kapas balut (ada diapotik) dan barulah dibalut perban. Jangan terlalu kencang dan jangan terlalu longar.

Yang kedua cukup sulit dan anda harus hati-hati karena bisa menyebabkan kematian organ jaringan tertentu akibat kurangnya aliran darah. Cara kedua ini adalah anda menekan aliran darah di bagian atas tempat kucing terluka, gunanya untuk mempercepat pembekuan darah dan menghentikan aliran darah menuju jantung.

Usai darah membeku, bersihkan lalu balut dengan cara pertama. Karena riskan dan bisa membuat anda salah arahan, disarankan gunakan cara nomor satu atau memakai tourniquet saja. Elizabeth Collar wajib dipakai apabila kucing selalu menggigiti kaki atau badan yang dibalut.

6. Memeriksa tubuh.

Jika tidak ada pendarahan, anda bisa mencari sumber lainnya kucing merasa menderita. Bisa karena organ dalam atau tulang yang retak dan kemungkinan patah. Pembengkakan pada tangan dan kakinya juga harus anda periksa. Pemeriksaan tubuh ini bisa dilakukan dengan meraba lembut badan kucing, apabila kucing teriak, berarti disitulah kucing merasa sakit. Dan segeralah anda ke dokter hewan jangan buang-buang waktu lagi.

Jika kucing habis terkena sengatan listrik, kucing pun akan syok dan lemas. Periksa denyut jantung dan pernafasannya lalu disarankan hubungi dokter hewan. Sengatan listrik mudah merusak paru-paru kucing.

Saya tidak berani untuk menjelaskan bagaimana cara membalut kaki kucing yang patah. Saya serahkan hal tersebut pada dokter hewan. Alasannya adalah untuk mengetahui pasti kaki hewan tersebut retak atau patah hanyalah melalui pemeriksaan radiologi. Walau bisa di lihat dari berubahnya bentuk kaki, hei, kucing binatang berbulu yang untuk melihatnya bagi yang masih awam bulu harus dipelontos dulu. Saya tidak mau ada kesalahan pengarahan yang menyebabkan kaki kucing semakin bermasalah. Maaf... Langsung larikan ke dokter hewan saja.

7. Kucing tiba-tiba sulit bernafas, kejang-kejang, dan mulai dingin badannya seperti mayat.

Periksa denyut jantung kucing. Denyut jantung normal kucing adalah 120-130 denyut permenit. Caranya yaitu, letakkan jari tangan diatas dinding dada sekitar 6 cm dekat belakang siku.

Jangan pernah ragu untuk melakukan nafas buatan pada hewan berkondisi kritis. Saya paling benci dengan orang yang bilang pecinta kucing tapi saat kucing diambang maut, dia tidak mau melakukan nafas buatan karena jijik. Mudah-mudahan anda yang membaca tidak seperti orang yang saya kenal itu.

Pernafasan buatan hanya boleh dilakukan pada saat kucing mengalami kesulitan bernafas karena syok atau trauma dan kaget. Teknik pemberian nafas buatan harus pada hewan yang terbaring di tempat yang flat atau datar namun beralaskan handuk tebal. Tutup mulut kucing dengan genggaman tangan anda sambil menengadahkan kepalanya keatas. Kemudian tiupkan udara dari mulut anda ke arah lubang hidungnya sekitar 13-15 tiupan per menit.

Dan bila kucing sudah tidak bernafas lagi, anda harus melakukan CPR. Lakukanlah pelatihan ini agar jika kucing anda kena musibah, anda bisa lebih tenang karena sudah latihan sebelumnya. CPR dilakukan untuk menghidupkan fungsi jantung dan paru-paru. Baringkan kucing tersebut yang sebelumnya sudah dilakukan nafas buatan. Letakkan tapak tangan kiri di dinding dada sebelah belakang siku, lalu pijat dan tekan lembut selama 60-80 kali per menit dengan berirama (beraturan).

Lebih maksimal bila anda juga melakukan nafas buatan dan CPR, tapi ini butuh bantuan dua orang. Satu orang untuk pemberian nafas buatan, dan satu orang lagi untuk melakukan tindakan CPR. Tangan orang kedua ini diletakkan bertindihan dan hanya boleh menekan-nekan kecil saja.

8. Membawa ke dokter hewan

Anda harus punya dua atau 5 alamat dokter hewan terdekat dengan rumah. Dokter hewan yang ada dalam daftar alamat anda setidaknya 2 diantaranya harus lah dokter yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat misalnya klinik hewan 24 jam atau dokter yang bisa dipanggil kerumah apabila hewan anda mengalami kecelakaan berat.

Sebelum pergi ke klinik dokter hewan, telepon lebih dulu tempat klinik untuk menghindari kejadian seperti klinik sedang tutup, dokter tidak ada ditempat, atau sedang dalam keadaan bencana alam.

Jangan bicara bertele-tele dan lama dengan klinik atau dokter, cukup bertanya apakah klinik masih buka sampai saya tiba di klinik dan bagaimana pertolongan pertama pada kucing saya yang terluka karena ini dan itu.

Setibanya di klinik, ceritakan kenapa kucing anda bisa menderita seperti itu, kapan terjadinya, dan sejarah kesehatan kucing. Itu sudah cukup, jangan bawel. Anda duduk tenang di kursi, jawab setiap pertanyaan dokter dengan pikiran dingin dan jangan histeris, boleh menangis tapi jangan mengganggu pekerjaan dokter. Biarkan dokter hewan melakukan pekerjaannya yaitu mencoba menyelamatkan kucing kesayangan anda.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel