Membuat Kolam ikan koi

ikan koi

User Rating: / 1
PoorBest 
Membuat Kolam ikan koi - 5.0 out of 5 based on 1 vote

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Membuat Kolam ikan koi

Membuat Kolam Ikan Koi

Model kolam tidak berpengaruh langsung pada kesehatan ikan koi. Kesehatan ikan koi justru amat bergantung pada kedalaman air kolam, instalasi pipa guna menunjang sistem filterisasi, serta daya tampung. Pertimbangkan pula aspek ketersediaan lahan serta kemudahan akses memandangi ikan koi dalam membuat kolam ikan koi.

 

 

Dinding Halus Kolam ikan koi

Ikan koi sangat cocok dipelihara di kolam semen. Usahakan dinding, dasar, serta sudut kolam dibuat sehalus mungkin, dapat memakai keramik atau bahan lain yang halus. Hal ini guna mencegah terjadi luka pada tubuh ikan koi. Sebab ikan koi memiliki kebiasaan menggesekkan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam. Nah, jika permukaan dinding serta dasar kolam kasar dapat membuat sisiknya rusak serta terluka.

Dasar kolam biarkan tanpa hiasan dan aksesoris, sebab kita memelihara ikan koi untuk dilihat keindahannya. bukan melihat hiasan kolamnya. Guna meningkatkan kontras warna dan pola, orang mengecat kolam memakai warna hitam atau biru, itulah sebabnya photo photo ikan koi selalu dengan latar belakang warna biru.

 

Kedalaman Air Kolam ikan koi

Kolam semakin baik, untuk ikan koi ukuran lebih dari 40 cm, kedalaman kolam minimal 1,65 meter. ikan koi kurang dari 40 cm, tidak masalah dengan kedalaman 1 meter. Volume air kolam sangat mempengaruhi kesehatan ikan koi. Seekor ikan koi membutuhkan 4-5 ton air.

Juga penting diperhatikan adalah daya tampung kolam. Populasi ikan tidak terlalu padat. kolam ukuran 2 meter x 4 meter paling banyak diisi 30 ekor ikan koi ukuran 15-18 cm. Hindari penempatan ikan koi ukuran kecil dalam jumlah sedikit dalam kolam besar. Karena hal itu akan menyebabkan mereka kesulitan menemukan pakan.

 

Filterisasi dan Aerasi Kolam ikan koi

Kolam mesti dilengkapi saluran air kotor dan saluran air bersih. Pipa saluran air kotor tertanam di dasar kolam (bottom drain). Saluran itu untuk mengalirkan kotoran yang tenggelam, semisal kotoran ikan dan kerikil kecil. Sedangkan kotoran mengambang seperti lumut mati disedot oleh saluran air kotor di permukaan air ( Over Flow ).

Saluran air bersih mengalirkan air bersih hasil penyaringan sistem filterisasi. Sistem filterisasi penting, sebab ikan koi memerlukan kadar oksigen tinggi dan mutu air yang prima. Sistem filterisasi harus dibuat seefektif mungkin untuk mencegah masuknya berbagai jenis penyakit setidaknya memiliki 3 bilik ( Chamber ). Bilik atau chamber pertama berfungsi mengendapkan kotoran padat dibagian bawah ruang penyaringan.

Prinsip itu berlaku pula dibilik kedua dan ketiga. Di kedua chamber terakhir masih dilengkapi dengan filter mat sebagai media tumbuh bakteri pengurai. Bakteri ini membantu proses penjernihan air.

Perhatikan pula aerasi (Pembentukan gelembung udara di dalam kolam). Kadar oksigen tinggi membuat ikan cepat besar. Ketersediaan oksigen melimpah akan mempercepat proses penyerapan saripati pakan dalam usus.

Di semua kolam dipasang beberapa aerator sebagai pemasok oksigen dalam air. Selain itu, aerator juga membuat air kolam berarus sehingga ikan koi akan sering bergerak. ikan koi rajin bergerak, ototnya semakin besar dan otomatis tubuhnya pun ikut melar.

Yang punya fungsi serupa aerator adalah pancuran atau air terjun karena dengan adanya itu membuat ikan koi lebih tenang.

 

Perlu Sinar Matahari

Sinar matahari berperan penting dalam pencegahan penyakit dan pertumbuhan. Juga dapat membuat warna dan pola ikan tambah kinclong. ikan koi yang tidak terkena sinar matahari warnanya bisa pudar.

Dalam sehari, ikan koi membutuhkan sinar matahari langsung minimal selama 3 jam. Apalagi untuk jenis ikan koi hikari alias sisik mengkilap, semisal ogon dan kujaku. Bila mereka kurang sinar matahari, warna metalik sisiknya akan cepat memudar. Selain itu bisa mengundang berbagai penyakit.

Sinar matahari juga mendorong berkembangnya ganggang spirulina. Nah, kalau dimakan bisa mendongkrak warna ikan koi. Celakanya, kalau sinar matahari terlalu banyakkolam pun ditumbuhi lumut.

Sinar matahari juga berfungsi untuk menaikkan suhu yang terlampau dingin. Tak heran kalau ikan koi terlihat lebih sering di daerah kolam yang terkena sinar matahari. Karena sebenarnya mereka suka dengan air hangat.

 

Membangun Kolam Ikan Koi

Bagi pecinta ikan koi, kolam adalah bagian teramat penting. Bila mungkin membangun kolam dengan sistem filterisasi tercanggih. Sebab sebetulnya memelihara ikan koi adalah bermain dengan air kolam. Karenanya perlu langkah langkah pembuatan kolam secara benar.

Faktanya, tak semua hobiis bisa membuat kolam sesuai kaidah baku. Karena pekerjaan ini memerlukan keahlian khusus. Kalau asal-asalan , kebocoran bisa menimpa setiap saat. Solusinya, ya dilakukan pembongkaran.

 

Berikut ini langkah-langkahnya :

A. Menentukan Lokasi

Langkah awal membuat kolam adalah menentukan lokasi. Kolam indoor atau outdoor? hal itu akan berpengaruh pada sisitem filter yang dipilih. Diskusikan dulu dengan para ahli pembuat kolam. Pilih bentuk kolam sesuai selera. Jika kolam itu berada ditaman sebaiknya disesuaikan dengan gaya taman.

Secara garis besar, kolam terbagi dalam dua gaya, formal dan semiformal. Para pemain ikan koi di indonesia, umumnya mengusung gaya formal. Cirinya, bentuk kolam persegi sehingga terkesan kaku. Sementara kolam semi formal biasanya berlekuk dan berada di taman.

Perhatikan pula kapasitas kolam. Hal ini erat kaitannya dengan jumlah dan ukuran ikan yang bakal anda pelihara. Konon setiap ikan berukuran jumbo (70 cm ke atas ), memerlukan air sekitar 4-5 ton.

Setelah letak dan gaya kolam ditentukan, tanyakan pula sistem filterisasi yang cocok digunakan. Beberapa macam pilihan seistem filter. Sistem konvensional yang dilengkapi dengan media filter dalam chanber. Sistem media filter yang lebih kompak dan praktis. Sistem filter terakhir ini biasanya bersifat portable hingga mudah dibongkar pasang.

2. Penggalian dan pengecoran

Usai menentukan lokasi dan gaya kolam, selanjutnya dilakukan penggalian. Tipe tanah berbeda, ongkos pembuatan kolam pun bisa berbeda. Apalagi untuk kawasan dekat laut dan sumber air, baru digali 1 m, air pun menyembur. Biaya pun jadi lebih mahal. Karena perlu teknik khusus guna mencegah terjadinya rembesan pada kolam kelak. Pengecoran dan pemasangan bata dilakukan pada saat kondisi air tanah kering.

 

3. Mengaci

Sesudah pengecoran, dilanjutkan mengaci atau plesteran. Sebaiknya plesteran ditambahkan pengeras seperti merguson. Setelah itu baru diberikan efoxy untuk mencegah timbulnya alkali semen yang bisa bersifat racun bagi ikan koi.

Beberapa hobis malah melapisi dinding kolam dengan sejenis coating. Langkah itu dipercaya bisa menghindarkan kolam dari pelbagai masalah seperti keretakan, rembes, dan keluarnya alkali dari semen. Pilih coating yang memiliki kemampuan sebagai bemper, alkaliresistant, mampu bernapas, dapat ditumbuhi lumut dan fleksibel.

 

4. Stabilkan kolam

Begitu kolam selesai dibangun, jangan langsung diisi ikan. Pasalnya sistem kolam belum berjalan maksimal. Air kolam masih sering terlihat hijau. Selain itu disinyalir masih adanya alkali dari plesteran semen.

Supaya ikan koi kelak bisa hidup sehat, kolam baru itu perlu dikuras selama tiga hari berturut-turut. Lebih sip lagi, hingga satu minggu. Setelah itu berikan garam ikan sebagai penetralisir air. Selanjutnya taburkan obat pembunuh jamur dan kutu.

Selama 1-3 minggu pertama, sebaiknya kolam diberikan probiotik. Dengan perlakuan seperti itu, kolam baru bisa diisi ikan koi setelah 1 bulan. Ada baiknya anda memasukkan terlebih dahulu ikan koi kategori"biasa". bila dal 2 minggu terlihat sehat, silahkan masukkan ikan koi-ikan koi pilihan.

 

Masalah Pada  kolam baru

Problem kolam baru bisa dilihat dari kondisi airnya, kolam baru akan mengalami air hijau, air kehijauan akibat dari alga tumbuh subur akibat oksigen, sinar matahari, dan tingginya kadar nitrat. apabila filternya bekerja maksimal pasti kadar nitratnya rendah.

Sistem filter yang baik pasti dilengkapi UV untuk mengikat alga menjadi gumpalan supaya mudah tersaring. Ketika kotoran sudah menumpuk, hanya dengan 2-3 kali pembilasan, media filter bisa digunakan lagi. Dalam keadaan ekstrim, walau kotoran sudah menumpuk filter masih bisa kerja optimal.

Problem lainnya dalah kebocoran . Disebabkan beton keropos. Faktor lain, kurang rapatnya sambungan pipa. Kebocoran juga diakibatkan pergerakan dasar tanah sehingga pondasi retak.

Cara mengatasinya, bagian yang bocor ditambal adonan semen. kadang trik ini tak berjalan mulus. Apabila lubang terlalu besar. Lebih parah lagi bila sumber kebocoran tidak ditemukan terpaksa kolam harus dibongkar.

Problem lainnya, ikan stres saat dilepas dikolam baru. Sebelum masuk kolam, rendam kantung plastik berisi ikan baru itu dalam kolam selama setengah jam, supaya ikan tak terlalu kaget saat dilepas.

Titik mati juga menjadi problem. Tempat kotoran menumpuk. Selain menguras kadar oksigen, juga mempercepat pertumbuhan lumut. akibatnya air cepat keruh. Lambat laut kadar amoniak meningkat. Bila dibiarkan, ikan keracunan dan mati. Titik mati timbul karena kurangnya arus air melewati daerah itu. Setelah ini anda tinggal mengetahui cara memilih ikan koi.

 

Bahan Bacaan

Kolam ikan koi, Sutarjo Hakim:

http://kolamikan koi.blogspot.com/2008/06/merancang-dan-merawat-kolam-ikan koi.html

Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel