Burung Beo Alor

Burung

User Rating: / 1
PoorBest 
Burung Beo Alor - 5.0 out of 5 based on 1 vote

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Burung Beo Alor

Burung Beo Alor
Burung beo Alor (Gracula religiosa mertensi Rensch 1928), adalah salah satu sumber daya alam Nusa Tenggara Timur. Burung beo alor ini memiliki nilai ekonomi yang penting bagi masyarakat lokal. Namun populasinya terus menurun, hingga saat ini sangat sulit ditemukan di habitat alamnya.


Burung beo alor ini adalah salah satu dari lima subspesies G. religiosa Linnaeus, 1758 dari keluarga Sturnidae yang ada di Indonesia. Subspesies yang lain adalah G. religiosa religiosa, G. religiosa robusta, G. religiosa batuensis, dan G. religiosa venerata (Panudjukarso 1995, Priyono et al. 1996). Burung beo alor ini tersebar di pulau Flores (Ende) dan Alor (Pantar) Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Ciri Burung Beo Alor


Secara umum burung beo alor memiliki bulu berwarna hitam mengkilap, paruh berwarna kuning serta pada bagian samping kepala dan tengkuk leher terdapat cuping berwarna kuning (Anonimous 1994). Khusus pada burung beo Alor yang sudah mempunyai panjang badan 30,5 cm terdapat ujung cuping yang membelok ke atas di mana pangkalnya terpisah.

Populasi Burung Beo Alor


Populasi burung beo Alor di alam sudah mengalami penurunan yang sangat drastis akibat perburuan liar untuk diperdagangkan. Ini di karenakan burung beo alor ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi hingga menjadi komoditas perdagangan liar. Kerusakan pada habitat asli juga turut menjadi penyebab turunnya poplasi subspesies ini.

Dengan adanya perburuan liar yang dilakukan secara terus menerus tanpa adanya upaya untuk menjaga kelestariannya, dikhawatirkan suatu saat burung beo alor ini akan mengalami kepunahan. Padahal burung ini merupakan salah satu potensi sumber daya alam  NTT.

Burung beo alor seperti juga burung beo lainnya digemari sebagai hewan peliharaan  karena keindahan warna bulu dan kemampuannya menirukan suara. Burung beo bisa meniru kata-kata, kalimat pendek, siulan, nyanyian, atau suara binatang di sekitarnya. Hal ini membuat harga burung beo di pasaran cukup tinggi, harganya bisa mencapai Rp 500.000 per ekor untuk burung beo dewasa. Selain karena perburuan liar oleh masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar, burung beo juga sering dijadikan sebagai cindera mata bagi para pejabat yang berkunjung ke daerah.

Refferensi
http://beoburung.blogspot.com
Burung Beo Alor


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel