Cara Merawat Ayam Pelung

Ayam

User Rating: / 1
PoorBest 
Cara Merawat Ayam Pelung - 5.0 out of 5 based on 1 vote

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Cara Merawat Ayam Pelung

Cara Merawat Ayam Pelung
Ayam pelung memiliki postur tubuh yang besar, ditambah lagi dengan suaranya yang khas hingga menjadikan 'Sang Raja' asli Cianjur ini lain dari yang lain. Orang Cianjur biasa memanggilnya “hayam welung” lantaran bunyi kokoknya yang nyaring dan baru berhenti setelah leher ayam pelung ini telah “melungkung” ke bawah!

Kalau ayam pelung jantan sedang berkokok, lehernya ini akan melengkung bahkan hingga ke bawah. Volume suaranya juga lebih besar yang disebabkan oleh berat tubuhnya yang lebih berat. Dagingnya juga lebih tebal. Sebagai ayam peliharaan atau ayam hias, ini membuat ayam pelung jantan akan semakin gagah dan juga tahan terhadap penyakit. Dan sebagai ayam konsumsi, ayam ini membuat orang puas karena dagingnya banyak, terasa gurih dan juga empuk.

Satu keuntungan lain jika kita dapat memelihara ayam pelung, yaitu harganya lebih mahal. Satu butir telur ayam pelung sudah laku dijual dengan kisaran harga Rp. 10.000,00 hingga 20.000,00. tergantung indukan ayam tersebut. Sedangkan untuk ayam pelung umur 1 minggu sudah dihargai minimal Rp 25.000 - Rp 100.000. Belum lagi jika ayam jantan yang telah “jadi”, dengan berbadan yang sehat dan juga pandai “bernyanyi”, harganya bisa mencapai jutaan rupiah per ekornya bila sudah diikutkan perlombaan ayam pelung.

Satu di Antara 10


Bibit ayam pelung bermutu bisa kita peroleh dari telur yang dihasilkan dari jantan dan juga indukan ayam pelung. Kita bisa mengawinkan satu pejantan ayam pelung yang bagus dengan beberapa indukkan. Yang pasti alur keturunan ini mestilah asli. Karena bila tidak pasti kita tidak akan mendapatkan ayam pelung yang diinginkan.

Telur ayam pelung bisa kita tetaskan sendiri dengan cara menitipkannya pada kandang induk ayam kampung yang tengah mengerami atau bisa juga dengan cara moderen melalui alat penetas telur.

Umumnya dari 15 butir telur yang dikeluarkan oleh induk ayam pelung, rata-rata hanya 10 butir yang dierami. Tujuh butir telur biasanya berhasil menetas dengan perincian sekitar 3 ekor jantan dan 4 ekor betina. Dari pengalaman pemeliharanya, dari ke 3 ekor anak pelung jantan tersebut, yang bakal memiliki suara yang indah dan “jadi” hanyalah satu ekor saja.

Menu Bergizi Ayam Pelung

Bayi ayam pelung yang baru menetas dapat kita beri makanan starter ayam ras pedaging sampai berumur 1,5 bulan. Banyaknya pemberian makanan umumnya di kira-kira saja, yang penting selalu ada dan jangan terlalu sedikit.

Saat anakan ayam pelung berusia 1,5 bulan, mulailah berangsur-angsur diberikan campuran dedak dengan menggunakan perbandingan 1 : 2 dengan pur starter ayam. Dedak tanpa campuran pur starter ayam sudah bisa kita berikan saat sang bayi berusia 2,5 bulan.

Pada umur 2,5 bulan ini, ayam pelung bisa dianggap besar. Gizinya bisa diperoleh dengan menambahkan makanan tambahan ayam pelung yang berprotein berupa cincangan daging siput dan juga sayuran hijau. 2 kali seminggu bisa juga diberi lagi makanan tambahan seperti telur dan madu, belut, anak katak, ikan-ikan tawar kecil, pisang, ataupun nasi setengah matang yang dicampur dengan mentega. Semua makanan tambahan diberikan dalam wadah makannya.

Minuman ayam pelung adalah air bersih biasa. Sesekali juga diberikan minuman bervitamin tertentu, yang bisa kita dapat di toko makanan ternak. Inilah cara merawat ayam pelung yang bisa diikuti oleh para hobies semua.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel