Home Ayam Ayam Pelung

Ayam Pelung

User Rating: / 6
PoorBest 
Ayam Pelung - 4.3 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like Hewan Kesayangan di Facebook untuk mendapat update cara merawat Hewan Kesayangan anda. Silahkan Login untuk merating artikel.

Ayam
Written by Pencinta Hewan   

Ayam Pelung

Ayam Pelung,Ayam ,Pelung,budidaya Ayam Pelung,kontes ayam pelung

Ayam pelung merupakan ras ayam lokal unggul yang berasal dari daerah Cianjur, Jawa Barat. Kebalikan dari kebanyakan ayam yang dikembang biakan yang di lihat dengan penampilan fisik, ayam pelung di lihat dari suara kokokannya yang panjang dan juga memiliki lagu. Tentu saja hanya ayam jantan yang memiliki sifat ini.

 

Berikut ciri ciri ayam pelung yang membedakan ayam pelung dengan ayam buras lain :

1. Bentuk badan ayam pelung

Postur badan ayam pelung besar, tegap dan kokoh

2. Bentuk kaki ayam pelung

Pada umumnya kaki ayam pelung lebih besar dan berwarna hitam kebiru biruan

3. Bulu ayam pelung

Bulu pada ayam pelung terlihat lebih mengkilap, dan untuk warna pada bulu ayam pelung tidak mempunyai warna yang khas. Pada umumnya warna ayam pelung adalah campuran antara hitam serta merah atau juga campuran antara kuning dan putih atau juga campuran hijau.

4. Pial ayam pelung

Pial pada ayam pelung berbentuk besar, bulat serta berwarna kemerahan.

5. Jengger ayam pelung

Jengger yang dimiliki ayam pelung adalah jenis jengger tunggal, bentuk jengger pada ayam pelung besar, tebal dan tegak. Walaupun begitu terdapat sebagian ayam pelung yang juga mempunyai jengger miring, dengan warna jengger pada ayam pelung adalah merah.

6. Suara ayam pelung

Suara ayam pelung saat berkokok lebih berirama atau berlagu serta lebih panjang dari suara ayam buras lain.

 

Ukuran ayam pelung memang relatif besar dengan bulu yang berkilau. Tidak ada standar khusus untuk fisik, tapi sudah ada standar bagi alunan suara kokokan ayam pelung. ayam pelung dewasa dapat berukuran 5-6 kg dan tinggi 40-50 cm.

Penangkar serta pemulia pertama ayam pelung merupakan seorang petani dan tokoh agama dari Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, bernama H. Djarkasih . H.Djarkasih memulai penangkaran sejak tahun 1850 dengan mengambil seekor ayam jantan muda yang diamatinya mempunyai kokokan lebih panjang daripada ayam lainnya. Penangkaran dilakukan pertama kali dengan mengawinsilangkan dengan ayam betina biasa.

Kontes atau lomba ayam pelung sudah menjadi kegiatan rutin bagi para penggemar fanatiknya. Bahkan saat kunjungan ke Indonesia, Pangeran Mahkota Naruhito dari Jepang yang dikenal sebagai pemulia ayam ras menaruh perhatian terhadap ras ini dan membawa beberapa contoh ke Jepang guna dibiakkan lebih lanjut.

Jawa Barat merupakan daerah asal ayam pelung, yaitu didaerah Cianjur. Tapi dalam perkembangannya saat ini, ayam pelung telah banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia. ayam pelung sendiri tergolong jenis ayam buras (bukan ras), yaitu ayam yang berasal dari asli Indonesia. Dilihat dari bentuknya hampir sama dengan ayam buras lain, hanya saja pada ayam pelung terdapat beberapa kelebihan ayam pelung yang membedakan ayam pelung tersebut dengan ayam buras lain.

Kelebihan – Kelebihan ayam pelung antara lain sebagai berikut :

1. Postur badan yang besar

Ayam pelung adalah jenis ayam buras yang paling besar bobotnya jika dibandingkan dengan ayam buras lainnya. ayam pelung jantan dewasa dapat mencapai bobot 5 – 6kg/ekor, sedangkan ayam pelung betina maximum dapat mencapai 3,5kg/ekor. Besarnya pertumbuhan bobot ayam pelung ini membuat ayam pelung dapat berpotensi sebagai ayam buras pedaging.

2. Perkembangan ayam lebih Cepat

Pertumbuhan ayam pelung lebih cepat jika dibanding dengan ayam buras lainnya, ini disebabkan ayam pelung mempunyai postur tubuh yang besar, hingga perkembangan ayam pelung dari mulai anakan sampai ayam pelung dewasa dapat lebih cepat besar.

3. Suara berkokok yang berlagu dan panjang

Yang paling menarik dari ayam pelung tentu saja suara berkokok-nya yang khas yaitu, berirama atau berlagu serta panjang. ayam pelung yang berkualitas memiliki suara yang tidak sekedar panjang, tetapi juga suara kokok ayam pelung yang mengalun panjang dengan berirama atau berlagu seperti ketukan bunyi burung perkutut.

Pada ayam pelung betina umumnya mulai memproduksi telur dari usia 160 hari – 210 hari, produktivitas bertelur ayam pelung betina dapat mencapai 70 butir telur per tahun. Ini membuat ayam pelung betina juga dapat berpotensi menjadi ayam buras petelur. Saat ini telahbanyak orang yang membudidayakan ayam pelung selain untuk hobby tapi sudah bertujuan supaya nantinya kelestarian ayam pelung tetap terjaga serta tidak punah.

Salah satu cara yang digunakan guna memunculkan rasa kecintaan dalam membudidayakan ayam pelung adalah dengan diadakannya kontes kontes ayam pelung, utamanya di daerah Jawa Barat. Diadakannya kontes ayam pelung, selain sebagai sarana untuk melestarikan ayam pelung juga guna mencari bibit-bibit ayam pelung yang berkualitas. Saat ini sudah sangat sulit menemukan bibit ayam pelung dengan suara berkokok yang bening, mengalun berirama atau berlagu yang panjang. Kebanyakan ayam pelung saat ini bersuara panjang tapi tidak berlagu dan juga suaranya pun tidak melengkung bening. Oleh sebab itu perlu diadakan kontes ayam pelung agar dapat menemukan bibit bibit ayam pelung yang tidak hanya bagus postur tubuhnya tetapi juga suara berkokok ayam pelung yang mengalun berirama atau berlagu dan panjang.

 

Bahan Bacaan

  1. Wikipedia
  2. http://www.ayampelung.com
  3. Beternak ayam Pelung, Sudradjad - Kanisius;ISBN 9792102175, 9789792102178
  4. Aneka Penyakit pada ayam dan Cara Mengatasinya, Ir. Roni Fadilah, SE & drh. Agustin Polana;ISBN: 979-3702-17-6
  5. Cara Tepat Merawat dan Melatih ayam Pelung, Memet M. Tohir AR. dan Bernard T. Wahyu W. - AgroMedia Pustaka ISBN : 979-006-204-4

Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel
 
Joomla templates by a4joomla